Minum jus buah banyak sekali manfaatnya. Selain segar saat diminum, jus buah juga memberikan nilai gizi lebih yang berguna bagi tubuh Anda. Buah dan sayuran kaya serat dan mengandung vitamin dan mineral sangat diperlukan tubuh guna membentengi diri dari serangan beragam penyakit.
Nilai Gizi Lebih Lengkap
Membuat jus adalah cara sehat dan mudah mengonsumsi buah segar. Anggapan bahwa jus buah akan banyak menghilangkan daging buah adalah keliru. Padahal dengan minum satu gelas jus seperti jeruk banyak mengandung serat yang dibutuhkan tubuh. Serat-serat ini berguna untuk mencegah serangan dari berbagai penyakit.
Jus dengan buah segar dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral Anda dalam waktu lebih cepat. Anda juga dapat mencampurkan beberapa macam buah dalam satu gelas agar mendapatkan rasa yang berbeda.
United States Food and Drug Administration (FDA) menganjurkan ibu hamil untuk mengonsumsi buah dan sayuran sumber asam folat, misalnya orange juice, untuk mengurangi risiko lahir cacat. Serat sangat berguna untuk merawat sistem pencernaan agar berfungsi dengan baik dan terhindar penyakit pencernaan.
Sebaiknya mengonsumsi jus buah segar dalam keadaan perut kosong atau 20 menit sebelum makan makanan lain. Dengan cara ini, Anda akan dapat meningkatkan selera Anda untuk selalu mengonsumsi buah segar.
Jus Segar vs Jus Botolan
Lebih baik mengonsumsi jus buah segar buatan sendiri. Lebih baik hindari minum jus buah dalam kaleng atau botol gelas karena ketika botol atau kaleng ditutup, jus tersebut terlebih dahulu dipanaskan dan mendapatkan struktur asam.
Jus kotakan, kaleng dan botolan telah melalui proses pasteurisasi, dimana jus tersebut telah dipanaskan atau dimasak dulu untuk membunuh semua kuman. Pemanasan ini dapat mengubah enzim dalam makanan menjadi kehilangan nilai nutrisinya. Selain itu, jus botolan juga dilengkapi dengan zat pengawet. Jadi Anda tidak dapat mengganti jus buah segar dengan jus botolan atau kotakan.
Toh sangat banyak variasi buah yang akan Anda minum dalam jus. Bisa dimulai dengan jus mangga, stroberi, apel, buah semangka atau blewah, dll. Bisa pula buah yang satu dikombinasikan dengan buah yang lainnya.
Detoksifikasi
Jika tak mengonsumsi banyak buah, tubuh Anda beresiko menderita keracunan. Buah berguna membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Mengonsumsi buah dalam porsi besar akan membuat tubuh sibuk melakukan detoksifikasi atau proses pembersihan racun dalam tubuh. Buah yang bersifat asam seperti lemon, jeruk, tomat dan nanas adalah buah yang kuat dalam detoksifikasi. Dengan minum jus jeruk setiap pagi sebagai sarapan pagi ANda, maka tubuh akan lebih cepat memiliki energi dan stamina. Karena jus jeruk segar juga meningkatkan kekebalan tubuh.
Jus buah segar juga memberikan enzim dan fitonutrien yang berguna memperbaiki setiap sel tubuh ANda. dengan makan buah, ANda juga dapat menurunkan berat badan. Selain, dapat membakar lemak, buah juga dapat mengatasi racun yang terdapat dalam lemak.
Beberapa manfaat jus segar :
1. Jus segar dapat menyerap protein, karbohidrat, dan asam lemak esensial, vitamin dan
mineral dengan mudah.
2. Jus buah dan sayuran segar kaya potassium dan rendah sodium. Keseimbangan seperti
ini berperan penting dalam kesehatan pembuluh darah jantung dan mencegah kanker.
3. Jus memiliki enzim yang penting untuk saluran pencernaan dan penyerapan zat gizi
dalam makanan.
4. Muatannya mengandung antioksidan yang besar seperti karoten, jus dari sayuran hijau,
merah dan ungu dan buah dan sayuran kuning yang dapat menetralkan kanker yang
disebabkan radikal bebas dan memperpanjang usia harapan hidup.
5. Jus kubis atau kol telah terbukti memperbaiki saluran pencernaan bahkan dapat
mengobati luka dalam 7 hari, yang penelitian yang dilakukan Universitas Standard. Jus
kubis ini mengandung vitamin C dan kalsium. Kubis juga memiliki nutrien yang
berfungsi sebagai anti kanker dibanding famili sayuran lainnya.
6. Bromelain dalam jus nenas dapat meningkatkan kesehatan tubuh seperti mengurangi
arthritis, mencegah bengkak setelah trauma, mengurangi sinusitis, mengurangi nyeru
tenggorokan (angina) dan menurunkan nafsu makan.
7. Jus campuran apel dan seledri dapat mengurangi peradangan dan membantu
menenangkan jiwa sehingga Anda dapat tidur dengan tenang.
8. Jus dari sayuran yang bersifat basa seperti wortel, tomat, bayam, seledri dapat
mengeluarkan racun dalam hati, ginjal, racun di darah dan jaringan otot yang telah
mengendap beberapa tahun.
9. Flavonoid, pigmen tanaman yang memberikan warna pada buah dan bunga memiliki
sifat antiperadangan, anti alergi, antivirus dan anti karsinogenik.
10. Strawberry adalah sumber makanan yang baik sebagai anti kanker karena
mengandung asam elagik (ellagiz acid). Dalam sebuah penelitian, strobery sebagai
buah yang paling teratas dalam jajaran makanan yang berhubungan dengan
pengurangan kematian akibat kanker.
11. Jus timun kaya dengan silicat yang bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan
jaringan seperti otot, tendon, ligamen, tulang rawan dan tulang. Ini juga
direkomendasikan untuk peningkatan corak kulit, rambut dan kuku.
Sumber: human health
Minggu, Februari 01, 2009
Tipe Penyakit Diabetes
Penyakit diabetes yang disebabkan oleh beberapa faktor penyebab juga memiliki tipe diabetes. Nah untuk mengetahui apa saja tipe penyakit diabetes itu, mari kita simak tulisan berikut ini:
Diabetes Tipe I
Tergantung pada insulin.
Diabetes Tipe I ini adalah bila tubuh perlu pasokan insulin dari luar, karena sel-sel beta dari pulau-pulau Laangerhans telah mengalami kerusakan, sehingga pankreas berhenti memproduksi insulin. Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun setelah dewasa.
Diabetes Tipe I ini diidap oleh sekitar 10-15% penderita diabetes di Amerika Serikat. Penderitanya harus mendapatkan suntikan insulin setiap hari selama hidupnya, sehingga dikenal dengan istilah Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau diabetes mellitus yang tergantung pada insulin untuk mengatur metabolisme gula dalam darah. Dari kondisinya, inilah jenis diabetes yang paling parah.
Diabetes Tipe I ini biasanya ditemukan pada penderita yang mulai mengalami diabetes sejak anak-anak atau remaja, sehingga pada zaman dulu para dokter menyebutnya sebagai diabetes anak muda. Separuh dari penderita diabetes yang mengidapnya adalah usia dewasa, tetapi tidak berbadan gemuk seperti umumnya penderita Diabetes Tipe II. Para periset menyebutnya sebagai Diabetes Tipe 1,5, yang disebut sebagai LADA (latent autoimmune diabetes in adults), karena sistem imun menyerang (reaksi autoimun) sel-sel beta pankreas secara perlahan-lahan sehingga berhenti memproduksi insulin.
Penderita Diabetes Tipe I sangat rentan terhadap komplikasi jangka pendek yang berbahaya dari penyakit ini, yakni dua komplikasi yang erat berhubungan dengan perubahan kadar gula darah, yaitu terlalu banayak gula darah (hiperglikemia) atau kekurangan gula darah (hipoglikemia). Risiko lain penderita diabetes tipe I ini adalah keracunan senyawa keton yang berbahaya dari hasil samping metabolisme tubuh yang menumpuk (ketoasidosis), dengan risiko mengalami koma diabetik.
Diabetes Tipe II
Tidak tergantung pada insulin.
Diabetes Tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pankreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadilah gangguan pengiriman gula ke sel tubuh. Diabetes Tipe II ini merupakan tipe diabetes yang paling sering umum dijumpai, juga sering disebut diabetes yang dimulai pada masa dewasa, dikenal sebagai NIDDM (Non-insulin dependent diabetes mellitus). Jenis diabetes ini mewakili sekitar 90% dari seluruh kasus diabetes, karena umumnya 4 sampai 5 orang penderita Diabetes Tipe II ini memiliki kelebihan berat badan, maka obesitas sering dijadikan sebagai indikator bagi penderita diabetes.
Diabetes Tipe II ini dapat menurun dari orangtua yang penderita diabetes. Tetapi risiko terkena penyakit ini akan semakin tinggi jika memiliki kelebihan berat badan dan memiliki gaya hidup yang membuat anda kurang bergerak. Jadi pada Diabetes Tipe II ini yang menjadi pencetus utama adalah faktor obesitas (gemuk berlebih). Faktor penyebab lain adalah pola makan yang salah, proses penuaan, dan stress yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin. Juga mungkin terjadi karena salah gizi (malnutrisi) selama kehamilan, selama masa anak-anak, dan pada usia dewasa.
Diabetes Tipe III
Baru ditemukan
Para ahli di US percaya bahwa mereka telah menemukan tipe baru diabetes setelah menemukan bahwa insulin juga diproduksi di otak dan dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit Alzheimer’s. Penelitian yang dilakukan oleh Suzanne de la Monde bersama rekannya yang seorang professor di bidang patologi di Brown Medical Schoolini menemukan hubungan antara penyakit diabetes dan Alzheimer. Suzanne mengemukakan bahwa insulin yang diproduksi dalam otak, dibutuhkan tubuh untuk kelangsungan hidup sel-sel otak. Bila jumlahnya kurang, maka sel-sel otak pun akan mengalami degenerasi dan akhirnya memicu timbulnya penyakit Alzheimer. Hasil penelitian ini diperkuat lagi dengan dilakukannya penelitian pada jaringan otak dari mayat yang sebelumnya telah di diagnosa menderita penyakit Alzheimer. Hasilnya jumlah insulin dan IGF I berkurang di daerah cortex, hippocampus, dan hipotalamus.
Diabetes Tipe I
Tergantung pada insulin.
Diabetes Tipe I ini adalah bila tubuh perlu pasokan insulin dari luar, karena sel-sel beta dari pulau-pulau Laangerhans telah mengalami kerusakan, sehingga pankreas berhenti memproduksi insulin. Kerusakan sel beta tersebut dapat terjadi sejak kecil ataupun setelah dewasa.
Diabetes Tipe I ini diidap oleh sekitar 10-15% penderita diabetes di Amerika Serikat. Penderitanya harus mendapatkan suntikan insulin setiap hari selama hidupnya, sehingga dikenal dengan istilah Insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau diabetes mellitus yang tergantung pada insulin untuk mengatur metabolisme gula dalam darah. Dari kondisinya, inilah jenis diabetes yang paling parah.
Diabetes Tipe I ini biasanya ditemukan pada penderita yang mulai mengalami diabetes sejak anak-anak atau remaja, sehingga pada zaman dulu para dokter menyebutnya sebagai diabetes anak muda. Separuh dari penderita diabetes yang mengidapnya adalah usia dewasa, tetapi tidak berbadan gemuk seperti umumnya penderita Diabetes Tipe II. Para periset menyebutnya sebagai Diabetes Tipe 1,5, yang disebut sebagai LADA (latent autoimmune diabetes in adults), karena sistem imun menyerang (reaksi autoimun) sel-sel beta pankreas secara perlahan-lahan sehingga berhenti memproduksi insulin.
Penderita Diabetes Tipe I sangat rentan terhadap komplikasi jangka pendek yang berbahaya dari penyakit ini, yakni dua komplikasi yang erat berhubungan dengan perubahan kadar gula darah, yaitu terlalu banayak gula darah (hiperglikemia) atau kekurangan gula darah (hipoglikemia). Risiko lain penderita diabetes tipe I ini adalah keracunan senyawa keton yang berbahaya dari hasil samping metabolisme tubuh yang menumpuk (ketoasidosis), dengan risiko mengalami koma diabetik.
Diabetes Tipe II
Tidak tergantung pada insulin.
Diabetes Tipe II terjadi jika insulin hasil produksi pankreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadilah gangguan pengiriman gula ke sel tubuh. Diabetes Tipe II ini merupakan tipe diabetes yang paling sering umum dijumpai, juga sering disebut diabetes yang dimulai pada masa dewasa, dikenal sebagai NIDDM (Non-insulin dependent diabetes mellitus). Jenis diabetes ini mewakili sekitar 90% dari seluruh kasus diabetes, karena umumnya 4 sampai 5 orang penderita Diabetes Tipe II ini memiliki kelebihan berat badan, maka obesitas sering dijadikan sebagai indikator bagi penderita diabetes.
Diabetes Tipe II ini dapat menurun dari orangtua yang penderita diabetes. Tetapi risiko terkena penyakit ini akan semakin tinggi jika memiliki kelebihan berat badan dan memiliki gaya hidup yang membuat anda kurang bergerak. Jadi pada Diabetes Tipe II ini yang menjadi pencetus utama adalah faktor obesitas (gemuk berlebih). Faktor penyebab lain adalah pola makan yang salah, proses penuaan, dan stress yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin. Juga mungkin terjadi karena salah gizi (malnutrisi) selama kehamilan, selama masa anak-anak, dan pada usia dewasa.
Diabetes Tipe III
Baru ditemukan
Para ahli di US percaya bahwa mereka telah menemukan tipe baru diabetes setelah menemukan bahwa insulin juga diproduksi di otak dan dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit Alzheimer’s. Penelitian yang dilakukan oleh Suzanne de la Monde bersama rekannya yang seorang professor di bidang patologi di Brown Medical Schoolini menemukan hubungan antara penyakit diabetes dan Alzheimer. Suzanne mengemukakan bahwa insulin yang diproduksi dalam otak, dibutuhkan tubuh untuk kelangsungan hidup sel-sel otak. Bila jumlahnya kurang, maka sel-sel otak pun akan mengalami degenerasi dan akhirnya memicu timbulnya penyakit Alzheimer. Hasil penelitian ini diperkuat lagi dengan dilakukannya penelitian pada jaringan otak dari mayat yang sebelumnya telah di diagnosa menderita penyakit Alzheimer. Hasilnya jumlah insulin dan IGF I berkurang di daerah cortex, hippocampus, dan hipotalamus.
Suplemen Garlic
Suplemen garlic adalah ekstrak bawang putih. Bawang putih sudah sejak lama dikenal sebagai bahan obat alami yang mempunyai khasiat menyehatkan dan menyembuhkan berbagai macam penyakit infeksi. Dalam perkembangan kedokteran modern garlic ternyata masih mempunyai tempat istimewa.
Sejak ribuan tahun yang lalu garlic telah digunakan sebagai herbal medicine. Tahun 2700 hingga 1900 sebelum masehi garlic digunakan oleh pekerja-pekerja bangunan piramid sebagai obat penangkal penyakit dan rasa letih.
Sekitar tahun 460 SM khasiatnya telah dipuji Hipokrates. Saat perang dunia tahun 1914-1918 garlic digunakan oleh tentara perancis untuk mengobati luka.
Setelah didukung penelitian di pusat pusat penelitian ilmu kedokteran terkemuka di dunia,
garlic semakin diakui manfaat dan khasiatnya. Garlic yang terdiri dari berbagai macam komponen ini memiliki berbagai khasiat, antara lain:
• Menurunkan kadar kolesterol darah,
• Menurunkan kadar lemak darah,
• Antiseptik,
• Antibakteri,
• Antijamur,
• Antivirus,
• Menetralkan racun logam berat seperti timah hitam, mercury, copper, dan aluminium,
• Melindungi sel darah merah dari kerusakan,
• Antikanker,
• Pemacu kekebalan tubuh.
• Menghambat agregasi trombosit,
• Meningkatkan aktifitas fibrinolitik,
• Menghambat atherogenesis dan menurunkan tekanan darah sehingga menurunkan risiko penyakit jantung koroner.
Suplemen garlic yang berbentuk kapsul berisi ekstrak yang setara dengan 7 gram bawang putih segar per kapsul. Umumnya dosis yang dipakai adalah dua kali satu kapsul setiap hari selama 5 bulan.
Pada bulan pertama pemberian garlic kolesterol darah akan meningkat. Peningkatan kolesterol ini mungkin adanya pengikisan endapan lemak di pembuluh darah. Kolesterol HDL meningkat setelah 2 bulan pemberian. Kadar kholesterol menurun bermakna setelah 8 minggu. Namun, penurunan kadar trigliserida terjadi setelah 5 bulan pengkonsumsian.
Riset lain menunjukkan pemberian minyak esensial bawang putih setara dengan 1 gram bawang putih segar per kg BB per hari yang diberikan bersamaan dengan diet tinggi kolesterol, akan menurunkan kadar kholesterol, trigliserida serum VLDL, LDL, dan meningkatkan HDL.
Beberapa riset juga menunjukkan peranan bawang putih sebagai antioksidan maupun efek anti kanker.
Sumber:detikhealth.com
Sejak ribuan tahun yang lalu garlic telah digunakan sebagai herbal medicine. Tahun 2700 hingga 1900 sebelum masehi garlic digunakan oleh pekerja-pekerja bangunan piramid sebagai obat penangkal penyakit dan rasa letih.
Sekitar tahun 460 SM khasiatnya telah dipuji Hipokrates. Saat perang dunia tahun 1914-1918 garlic digunakan oleh tentara perancis untuk mengobati luka.
Setelah didukung penelitian di pusat pusat penelitian ilmu kedokteran terkemuka di dunia,
garlic semakin diakui manfaat dan khasiatnya. Garlic yang terdiri dari berbagai macam komponen ini memiliki berbagai khasiat, antara lain:
• Menurunkan kadar kolesterol darah,
• Menurunkan kadar lemak darah,
• Antiseptik,
• Antibakteri,
• Antijamur,
• Antivirus,
• Menetralkan racun logam berat seperti timah hitam, mercury, copper, dan aluminium,
• Melindungi sel darah merah dari kerusakan,
• Antikanker,
• Pemacu kekebalan tubuh.
• Menghambat agregasi trombosit,
• Meningkatkan aktifitas fibrinolitik,
• Menghambat atherogenesis dan menurunkan tekanan darah sehingga menurunkan risiko penyakit jantung koroner.
Suplemen garlic yang berbentuk kapsul berisi ekstrak yang setara dengan 7 gram bawang putih segar per kapsul. Umumnya dosis yang dipakai adalah dua kali satu kapsul setiap hari selama 5 bulan.
Pada bulan pertama pemberian garlic kolesterol darah akan meningkat. Peningkatan kolesterol ini mungkin adanya pengikisan endapan lemak di pembuluh darah. Kolesterol HDL meningkat setelah 2 bulan pemberian. Kadar kholesterol menurun bermakna setelah 8 minggu. Namun, penurunan kadar trigliserida terjadi setelah 5 bulan pengkonsumsian.
Riset lain menunjukkan pemberian minyak esensial bawang putih setara dengan 1 gram bawang putih segar per kg BB per hari yang diberikan bersamaan dengan diet tinggi kolesterol, akan menurunkan kadar kholesterol, trigliserida serum VLDL, LDL, dan meningkatkan HDL.
Beberapa riset juga menunjukkan peranan bawang putih sebagai antioksidan maupun efek anti kanker.
Sumber:detikhealth.com
Minggu, Januari 04, 2009
ANEMIA
Segera amati pola makan jika Anda mudah lelah dan kurang bertenaga. Mungkin Anda mengidap anemia, akibat asupan nutrisi yang kacau.
Belakangan Ayu mudah merasa lelah. Badan terasa tidak bertenaga. Wajahnya pucat. Dulu setiap kali menuju kantornya di lantai 2, dari lobi ia pilih naik tangga. Namun sekarangg ia tak mampu lagi. Baru sampai di satu lantai, ia ngos-ngosan dan sesak napas.
Setelah memeriksakan diri ke dokter, diketahui bahwa Ayu mengidap anemia. Kadar hemoglobinnya (Hb) hanya 8 g/dl, padahal kadar Hb normal rata-rata adalah 14-16 g/dl. Secara khusus, kadar Hb normal untuk wanita 12-14 g/dl, sedangkan bagi pria 14-18 g/dl.
Kekurangan zat besi
Anemia sebagian besar disebabkan oleh kekurangan asupan zat besi, sehingga sering disebut anemia gizi besi. Karena asupan zat besi terbatas, pembentukan hemoglobin darah menjadi terhambat. Padahal, hemoglobin merupakan truk pengangkut oksigen ke seluruh tubuh, melalui aliran darah. Akibatnya, jaringan tubuh kekurangan oksigen, dan muncullah gejala lemah, lesu, letih, sesak napass, dada berdebar.
Ubi jalar merah
Merupakan sumber betakaroten yang murah. Di dalam tubuh, betakaroten diubah menjadi vitamin A. Nah, vitamin A inilah yang akan membantu memobilisasi simpanan zat besi dari dalam organ hati, untuk diedarkan ke dalam aliran darah.
Sumber lain betakaroten, pepaya, mangga, semangka merah, melon jingga, pisang terutama pisang raja, wortel, paprika merah dan hijau, bayam (termasuk bayam merah), jagung manis, sayuran daun hijau (daun pepaya, daun singkong, daun pakis, daun melinjo, dll).
Kekurangan asupan zat besi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Namun umumnya akibat pengetahuan gizi yang terbatas. Pertama, karena pilihan makanan kita sehari-hari memang kurang mengandung zat besi. Kedua, karena keterbatasan asupan nutrisi yang dapat membantu penyerapan zat besi, khususnya vitamin C.
Faktor ketiga, terlalu banyak mengonsumsi makanan zat penghambat penyerapan zat besi, tanpa diimbangi asupan zat besi dan vitamin C memadai. Zat penghambat penyerapan zat besi tersebut adalah asam fitat (banyak terdapat dalam sayuran berserat tinggi, khususnya polong-polongan seperti kacang panjang, buncis, serta beragam sayuran daun hijau), asam oksalat (tersimpan dalam kacang-kacangan kering seperti kacang merah, kacang tolo, kacang hijau), dan tanin (teh pekat).
Ironisnya, walaupun mengandung zat penghambat penyerapan zat besi, kacang-kacangan kering dan sayuran daun hijau juga kaya zat besi. Jadi bagaimana, dong? Ya, makan harus beragam, untuk memperkecil kemungkinan mendapatkan asupan zat penghambat penyerapan zat besi secara berlebihan. Lagipula, makan beragam bahan makanan memungkinkan penyerapan zat besi secara optimal, karena adanya hubungan saling ketergantungan antar-zat besi. (N)
Kepiting
Termasuk salah satu bahan makanan kaya vitamin B12. Dengan bantuan asam folat, vitamin B12 membantu pembentukan sel-sel darah merah.
Sumber lain vitamin B12: ikan tuna, yogurt, daging sapi.
Hati ayam
Mengandung banyak sekali zat besi. Dibanding makanan nabati, makanan hewani lebih kaya zat besi. Selain itu, kanduangan zat besinya pun lebih mudah diserap tubuh. Zat besi berperan penting pada pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah.
Sumber lain zat besi: ikan, daging sapi, kerang, nasi beras merah, aneka sayuran daun hijau (antara lain daun katuk, daun singkong, daun pepaya, bayam), beragam kacang-kacangan kering dan hasil olahnya (kacang merah, kacang tolo, kacang hijau, kedelai, tempe, tahu, susu kedelai), bit, salak, pepaya, kedondong.
Salmon
Mengandung banyak vitamin B6. Salah satu anggotaa kemlompok vitamin B-kompleks ini diperlukan untuk pembentukan hemoglobin.
Sumber lain vitamin B6: alpukat, mangga, pisang, ubi jalar merah, nasi beras merah, ayam, ikan tuna, kentang, bokcoy.
Jeruk orange
Berlimpah asam folat. Santapan kaya asam folat membantu memulihkan tubuh dari anemia akibat kekurangan asupan folat. Sayangnya pemasakan merusak sebagian besar kandungan asam folat. Karena itu, asupan asam folat dari makanan yang disantap tanpa dimasak, lebih dianjurkan.
Sumber lain asam folat: alpukat, kol, bit. Asparagus, brokoli, bokcoy pun sarat asam folat, tapi biasanya harus dimasak lebih dulu sebelum disantap. Demikian pula dengan beragam kacang-kacangan kering dan hasil olahnya, seperti kacang merah, kacang tolo, kedelai, tempe, tahu, susu kedelai.
Kuning telur
Menyimpan segudang vitamin E. Namun jangan berlebihan (tidak lebih dari 3 butir per minggu), karena kandungan kolesterolnya cukup tinggi. Sayangnya peranan vitamin E dalam sel darah merah belum banyak diketahui. Namun, kekurangan vitamin E telah diketahui dapat mengakiatkan anemia, hemolitik, yakni anemia akibat pecahnya sel-sel darah merah.
Sumber lain vitamin E: brokoli, alpukat, mangga, kacang tanah, biji bunga matahari, almond, kenari.
Cabai merah & cabai rawit
Banyak menyediakan vitamin C, jika disantap mentah. Caranya, ya kenapa tidak diulek dan disantap sebagai sambal metah saja? Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dan mengubah asupan folatt menjadi folat aktif sehingga muda diserap tubuh.
Sumber lain vitamin C: jambu biji lokal, stroberi, pepaya, mangga, belimbing, jeruk, rambutan, sirsak, kol yang disantap mentah.
Sumber: Majalah Nirmala
Belakangan Ayu mudah merasa lelah. Badan terasa tidak bertenaga. Wajahnya pucat. Dulu setiap kali menuju kantornya di lantai 2, dari lobi ia pilih naik tangga. Namun sekarangg ia tak mampu lagi. Baru sampai di satu lantai, ia ngos-ngosan dan sesak napas.
Setelah memeriksakan diri ke dokter, diketahui bahwa Ayu mengidap anemia. Kadar hemoglobinnya (Hb) hanya 8 g/dl, padahal kadar Hb normal rata-rata adalah 14-16 g/dl. Secara khusus, kadar Hb normal untuk wanita 12-14 g/dl, sedangkan bagi pria 14-18 g/dl.
Kekurangan zat besi
Anemia sebagian besar disebabkan oleh kekurangan asupan zat besi, sehingga sering disebut anemia gizi besi. Karena asupan zat besi terbatas, pembentukan hemoglobin darah menjadi terhambat. Padahal, hemoglobin merupakan truk pengangkut oksigen ke seluruh tubuh, melalui aliran darah. Akibatnya, jaringan tubuh kekurangan oksigen, dan muncullah gejala lemah, lesu, letih, sesak napass, dada berdebar.
Ubi jalar merah
Merupakan sumber betakaroten yang murah. Di dalam tubuh, betakaroten diubah menjadi vitamin A. Nah, vitamin A inilah yang akan membantu memobilisasi simpanan zat besi dari dalam organ hati, untuk diedarkan ke dalam aliran darah.
Sumber lain betakaroten, pepaya, mangga, semangka merah, melon jingga, pisang terutama pisang raja, wortel, paprika merah dan hijau, bayam (termasuk bayam merah), jagung manis, sayuran daun hijau (daun pepaya, daun singkong, daun pakis, daun melinjo, dll).
Kekurangan asupan zat besi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Namun umumnya akibat pengetahuan gizi yang terbatas. Pertama, karena pilihan makanan kita sehari-hari memang kurang mengandung zat besi. Kedua, karena keterbatasan asupan nutrisi yang dapat membantu penyerapan zat besi, khususnya vitamin C.
Faktor ketiga, terlalu banyak mengonsumsi makanan zat penghambat penyerapan zat besi, tanpa diimbangi asupan zat besi dan vitamin C memadai. Zat penghambat penyerapan zat besi tersebut adalah asam fitat (banyak terdapat dalam sayuran berserat tinggi, khususnya polong-polongan seperti kacang panjang, buncis, serta beragam sayuran daun hijau), asam oksalat (tersimpan dalam kacang-kacangan kering seperti kacang merah, kacang tolo, kacang hijau), dan tanin (teh pekat).
Ironisnya, walaupun mengandung zat penghambat penyerapan zat besi, kacang-kacangan kering dan sayuran daun hijau juga kaya zat besi. Jadi bagaimana, dong? Ya, makan harus beragam, untuk memperkecil kemungkinan mendapatkan asupan zat penghambat penyerapan zat besi secara berlebihan. Lagipula, makan beragam bahan makanan memungkinkan penyerapan zat besi secara optimal, karena adanya hubungan saling ketergantungan antar-zat besi. (N)
Kepiting
Termasuk salah satu bahan makanan kaya vitamin B12. Dengan bantuan asam folat, vitamin B12 membantu pembentukan sel-sel darah merah.
Sumber lain vitamin B12: ikan tuna, yogurt, daging sapi.
Hati ayam
Mengandung banyak sekali zat besi. Dibanding makanan nabati, makanan hewani lebih kaya zat besi. Selain itu, kanduangan zat besinya pun lebih mudah diserap tubuh. Zat besi berperan penting pada pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah.
Sumber lain zat besi: ikan, daging sapi, kerang, nasi beras merah, aneka sayuran daun hijau (antara lain daun katuk, daun singkong, daun pepaya, bayam), beragam kacang-kacangan kering dan hasil olahnya (kacang merah, kacang tolo, kacang hijau, kedelai, tempe, tahu, susu kedelai), bit, salak, pepaya, kedondong.
Salmon
Mengandung banyak vitamin B6. Salah satu anggotaa kemlompok vitamin B-kompleks ini diperlukan untuk pembentukan hemoglobin.
Sumber lain vitamin B6: alpukat, mangga, pisang, ubi jalar merah, nasi beras merah, ayam, ikan tuna, kentang, bokcoy.
Jeruk orange
Berlimpah asam folat. Santapan kaya asam folat membantu memulihkan tubuh dari anemia akibat kekurangan asupan folat. Sayangnya pemasakan merusak sebagian besar kandungan asam folat. Karena itu, asupan asam folat dari makanan yang disantap tanpa dimasak, lebih dianjurkan.
Sumber lain asam folat: alpukat, kol, bit. Asparagus, brokoli, bokcoy pun sarat asam folat, tapi biasanya harus dimasak lebih dulu sebelum disantap. Demikian pula dengan beragam kacang-kacangan kering dan hasil olahnya, seperti kacang merah, kacang tolo, kedelai, tempe, tahu, susu kedelai.
Kuning telur
Menyimpan segudang vitamin E. Namun jangan berlebihan (tidak lebih dari 3 butir per minggu), karena kandungan kolesterolnya cukup tinggi. Sayangnya peranan vitamin E dalam sel darah merah belum banyak diketahui. Namun, kekurangan vitamin E telah diketahui dapat mengakiatkan anemia, hemolitik, yakni anemia akibat pecahnya sel-sel darah merah.
Sumber lain vitamin E: brokoli, alpukat, mangga, kacang tanah, biji bunga matahari, almond, kenari.
Cabai merah & cabai rawit
Banyak menyediakan vitamin C, jika disantap mentah. Caranya, ya kenapa tidak diulek dan disantap sebagai sambal metah saja? Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dan mengubah asupan folatt menjadi folat aktif sehingga muda diserap tubuh.
Sumber lain vitamin C: jambu biji lokal, stroberi, pepaya, mangga, belimbing, jeruk, rambutan, sirsak, kol yang disantap mentah.
Sumber: Majalah Nirmala
Langganan:
Postingan (Atom)
