Minggu, Maret 15, 2009

REHABILITASI STROKE

Kebanyakan stroke terjadi pada saat darah tidak dapat tersuplai atau mencapai suatu bagian dari otak. Pada saat aliran darah ke otak terhenti atau berhenti maka sel-sel otak pada bagian otak yang mengalami kerusakan mungkin dan bisa mati. Otak berfungsi mengendalikan pergerakan tubuh, perasaan, pikiran dan juga tindakan atau tingkah laku.

Berikut adalah beberapa kondisi yang terjadi pada stroke :

Kelemahan, kelumpuhan atau paralysis pada satu bagian tubuh.
Ganggaun berbicara
Pergerakan yang kaku atau gangguan keseimbangan tubuh.
Tidak mengetahui apa yang terjadi pada satu sisi tubuhnya.
Gangguan menelan.
Mengalami masalah dalam buang air kecil (sistem perkemihan) dan buang air besar
Perubahan dalam penglihatan atau penglihatan buruk.
Mati rasa
Gangguan dalam melakukan perawatan diri sendiri

Apa itu Rehabilitasi stroke?

Rehabilitasi stroke merupakan bagian yang sangat penting dari upaya pemulihan pada penderita pasca stroke. Rehabilitasi stroke dapat membantu penderita pasca stroke dalam banyak hal yaitu membangun kekuatan, koordinasi, daya tahan atau ketahanan dan rasa percaya diri. Pada rehabilitasi stroke penderita akan mempelajari beberapa hal seperti cara bergerak, berbicara, berpikir dan bagaimana melakukan perawatan diri sendiri.

Tujuan dari rehabilitasi stroke adalah untuk membantu penderita dalam mempelajari bagaiamana melakukan hal-hal yang biasanya dikerjakan sebelum mengalami stroke.

Dokter yang akan menentukan apakah anda perlu melakukan rehabilitasi pasca stroke ataukah tidak. Dan jika memang perlu dilakukan upaya rehabilitasi stroke, dokter juga akan menentukan jenis rehabilitsi apa yang terbaik buat penderita dan kebanyakan penderita pasca stroke mendapatkan yang lebih baik. Seberapa cepat dan banyak perubahan ke arah perbaikan tergantung pada seberapa parah stroke yang terjadi.

Rehabilitasi stroke dimulai tepat setelah serangan stroke berakhir dan keadaan atau kondisi tubuh sudah stabil. Peningkatan-peningkatan yang terjadi bersamaan dengan terjadinya penyembuhan pada otak.

Stroke Lanjutan

Penderita perlu berhati-hati karena jika sudah pernah mengalami stroke maka penderita mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk kembali timbul stroke lainnya khususnya pada tahun-tahun pertama setelah terjadinya stroke yang pertama.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko timbulnya stroke ulangan?

Penderita pasca stroke mempunyai resiko tinggi terjadinya stroke lain (stroke kedua) jika penderita mempunyai kebiasaan merokok, peminum alkohol, tekanan darah tinggi (hipertensi), Kolesterol tinggi, diabetes atau kencing manis dan obesitas atau kelebihan berat badan (overweight).

Faktor-faktor resiko berikut juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan resiko untuk terjadinya stroke lanjutan seperti gagal jantung, transient ischemic attack atau sering disebut TIA ATAU MINI STROKE.

Cara-cara mengatasi agar tidak timbul stroke ulangan

Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter sehingga dokter dan penderita dapat bekerja bersama-sama untuk meningkatkan kesehatan penderita.
Jika penderita perokok, menghentikan kebiasaan merokok akan sangat membantu.
Kurangi jumpah konsumsi alkohol.
Kontrol tekanan darah tinggi agar tetap dalam batas atau mendekati normal
Kontrol Kolesterol agar tetap dalam batas atau mendekati normal
Jika penderita diabetes, kontrol dan ekndalikan kadar gula darah agar tetap dalam batas atau mendekati normal.
Lakukan aktifitas olah raga secara teratur 4-6 kali seminggu selama 30-60 menit.

Depresi pasca stroke

Perubahan emosi bisa terjadi pada penderita stroke karena terjadinya cedera pada otak dan hilangnya fungsi bagian otak yang mengalami kerusakan. Setelah mengalami stroke perasaan penderita mungkin akan naik dan turun dengan lebih cepat dari sebelum terjadinya stroke dan atau penderita dapat mengalami depresi pasca stroke. Penderita mungkin akan menangis dengan tiba-tiba dab berhenti menangis dengan tiba-tiba tau tertawa tanpa suatu alasan yang jelas.

Penderita mungkin akan kesulitan dalam mengendalikan emosinya pasca serangan stroke, biasanya hal ini akan berlangsung membaik seiring berjalannya waktu dan bisa dimengerti jika penderita pasca stroke akan menglami depresi, frustasi dan merasa sedih. Perasaan-perasaan tersebut adalah satui bagian kondisi yang diperoleh karena perubahan-perubahan dengan stroke yang dialaminya.

Mengemudikan mobil pasca stroke

Mengemudi memberikan suatu perasaan kebebasan dan tidak tergantung dan penderita mungkin mempunyai keinginan untuk mengendarai mobil sendiri pasca pulih dari stroke. Akan tetapi stroke dapat memberikan pengaruh pada pergerakan, penglihatan, pemikiran dan juga kemampuan dalm berkomunikasi. Reaksi seseorang pasca serangan stroke mungkin juga akan mengalami penurunan. Penderita sebaiknya berpikir dengan sangat hati-hati akan perubahan-perubahan tersebut yang bisa mempengaruhi keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain.

Bicarakan hal ini dengan dokter dan dokter akan memutuskan kapan anda dapat mengendarai mobil sendiri dengan aman untuk diri anda dan orang lain. Hubungi departemen yang mengatur tentang ijin mengemudikan kendaraan bermotor dan tanyakan apa saja aturan-aturan yang harus dipenuhi untuk dapat mengendarai kendaraan bermotor pada seseorang pasca storke. Seseorang pasca stroke mungkin akan dilakukan penilaian tentang cara mengemudinya, instruksi-instruksi dan juga arahan untuk memodifikasi kendaraan yang akan dipakai dan lain sebagainya. Program latihan mengemudi biasanya tersedia padapusat-pusat rehabilitasi stroke.

Apa yang dapat dilakukan keluarga untuk membantu pemulihan seseorang yang mereka cintai dari stroke

Jika anda adalah keluarga dari seseorang penderita pasca stroke, anda sebaiknya memberikan dukungan dan batuan untuk pemulihannya. Kunjungi orang yang anda cintai saat dirumah sakit atau pada pusat rehabilitasi stroke. Jika penderita mempunyai masalah dan gangguan dalam berbicara, tanyakan kepada ahli terapi bicara bagiamana anda bisa membantu penyembuhannya. Anda dapat bersantai dengan anggota-anggota keluarga anda dengan bermain kartu, melihat televisi, mendengarkan radio atau bermain suatu permainan bersama-sama.

Beberapa tempat rehabilitsi stroke menawarkan kelas-kelas kepada para penderita yang selamat dari stroke dan juga bagi keluarga mereka. Tanyakan dan jika diperbolehkan pergilah ke kelas-kelas rehabilitasi tersebut. Ini merupakan cara yang baik untuk mempelajari bagaimana rehabilitasi itu bekerja dan bagaimana cara membantu orang yang anda kasihi mendapatkan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Dorong dan bantulah anggota keluarga anda praktek belajar ketrampilan dalam rehabilitasi. Pastikan bahwa staff rehabilitasi menyarankan aktifitas-aktifitas yang cocok dengan kebutuhan dan ketertarikan penderita. Tanyakan kepada staff rehabilitasi yang menangani, apakah kegiatan atau aktifitas yang dilakukan dapat dikerjakan sendiri, apa saja yang dapat dia kerjakan dengan bantuan orang lain dan apa saja yang tidak dapat dilakukan atau dikerjakan penderita.

Hindarilah melakukan hal-hal yang bisa dilakukan sendiri oleh penderita. Rasa percaya diri akan menumbuhkan kepercayaan untuk melakukan aktifitasnya sendiri tanpa bantuan. Mintalah kepada dokter dan staff rehabilitasi untuk bertemu dengan anda dan anggota keluarga sehingga semua anggota keluarga dapat menanyakan dan mengetahui bagaimana penderita mengerjakan aktifitasnya. Sebagai tambahan berikan perawatan dengan baik pada penderita dengan makan dan diet yang sehat, cukup istirahat dan berikan cukup waktu untuk melakukan hal-hal yang membuatnya senang.

Sumber : health info

Pencegah Stroke

Serangan stroke selalu datang mendadak, tanpa tanda-tanda pasti. Yang jelas, penyebabnya berlangsung selama bertahun-tahun. Stroke terjadi ketika pasokan daarah, oksigen, serta zat gizi ke otak berhenti. Kolesterol dan tekanan darah tinggi dapat menghambat aliran darah, yang selanjutnya memicu stroke. Salah satu cara untuk mencegah stroke adalah memilih makanan yang tepat.

"Makanan berperan penting untuk mencegah stroke," kata Thomas A. Person MD, Ph.D, professor New York. Hasil penelitian manyatakan bahwa orang yang mengasup lemak, khususnya lemak jenuh hewani secara berlebihan, lebih beresiko terkena stroke, dibanding mereka yang mengasup menu sehat. Ini karena makanan berlemak jenuh dapat menambah kadar kolesterol darah, lalu akan menyumbat pembuluh arteri jantung dan menghambat aliran darah ke otak.

Mengurangi lemak jenuh dalam menu sehari-hari merupakan salah satu upaya menurunkan kadar kolesterol darah. Membatasi konsumsi daging merah, maksimum 100 gr per hari, mengurangi pemakaian butter dan camilan tinggi lemak, serta mengasup makanan rendah lemak, dapat menjaga kadar kolesterol darah normal.

Cara lainnya, mengonsumsi makanan dari kedelai, yaitu tahu, tempe, dan yang lain. Menurut penelitian, makan protein kedelai sebanyak 47 gram atau 300 gr tahu sehari dapat menurunkan 9 persen kolesterol dan mengurangi LDL sampai 13 persen.

Buah-buahan dan sayuran, seperti kentang, peach berwarna kuning, bayam, pisang dan cantaloupe juga tinggi kalium, yaitu mineral yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Teh merupakan sumber flavonoid. Menurut Dr. Hettog, percobaan terhadap lebih dari 550 orang pria yang beruisa 50-69 tahun yang mendapat flavonoid dari teh, mampu menurunkan risiko stroke sampai 73 persen, dibanding yang konsumsinya rendah. Minum 5 cangkir teh sehari, ujar Dr Hettog, dapat menurunkan risiko stroke lebih besar dibanding yang minum kurang dari 3 cangkir.

Dianjurkan juga asupan makanan yang mengandung vitamin B. Banyak hasil penelitian menunjukkan, asam folat serta vitamin B12 dan B6 dapat membantu mengurangi kadar homosistein yang secara normal terjadi dari asam amino. "Jika homosistein meningkat, dapat beresiko stroke," kata Killian Robinson, MD, kardiolog dari Cleveland Clinic Foundation di Ohio, AS. Asam folat terdapat dalam sayuran hijau seperti bayam dan lettuce. Daging,, hasil susu rendah lemak, dan telur mengandung itaminn B12. Vitamin B6 terdapat dalam pisang, ayam, dan gandum.

Menjaga berat badan normal penting untuk mencegah stroke. Kelebihan berat badan beresiko mendapat tekanan darah tinggi yang nantinya dapat memicu stroke. Orang dengan tekanan darah tinggi beresiko lima kali untuk terkena stroke daripada orang sehat. Asam lemak omega 3 yang banyak dijumoai pada ikan, dapat meningkatkan kolesterol HDL. Ini akan membantu membersihkan darah serta menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Manfaat Tempe

Siapa yang tak kenal tempe. Makanan hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus Oligosporus ini banyak disuka. Rasanya yang lezat, harganya murah dan mudah didapat. Apalagi sepotong tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen antibakteri bermanfaat untuk kesehatan.

Tempe makanann yang sering dijumpai di rumah maupun di warung-warung, sebagai pelengkap hidangan ternyata memiliki kandungan dan nilai cerna yang lebih baik dibandingkan dengan kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.

Selain itu, pada tempe juga terjadi peningkatan nilai gizi, seperti kadar vitamin B2, vitamin B12, niasin, dan asam pantorenat. Bahkan hasil analisis, gizi tempe menunjukkan kandungan niasin sebesar 1.13 mg/100 gram berat tempe yang dapat dimakan. Kandungan ini meningkat kurang lebih 2 kali lipat setelah kedelai difermentasi menjadi tempe. Karena kadar niasin pada kedelai hanya berkisar 0,58 mg, tempe, dapat dikonsumsi dalam tiga bentuk utama.

Pertama, tempe umumnya dikonsumsi dalam bentuk keripik, bacem, atau dimasak bersama campuran sayur. Kedua berbentuk tepung. Ini dapat dimanfaatkan sebagai kandungan pangan yang berguna untuk meningkatkan kadar gizi dan serat, sebagai pengawet alami dan untuk menanggulangi diare pada anak-anak. Ketiga, tempe juga dapat diolah sebagai konsentrat protein, isolat protein, peptida, serta komponen biokatif lainnya.

Anemia & Osteoporosis
Tempe juga dipercaya dapat mencegah anemia dan osteoporosis, dua penyakit yang bayak diderita wanita, sebab kodrat wanita yang harus mengalami haid, hamil serta menyusui bayi. Penyakit anemia ini dapat menyerang wanita yang malas makan, karena takut gemuk, sehingga persediaan dan produksi sel-sel darah merah dalam tubuh menurun.

Nah, tempat dapat berperan sebagai pemasok mineral, vitamin B12 (yang terdapat pada pangan hewani), dan zat besi yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah. Selain itu, tempe juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Senyawa protein, asam lemak PUFA, serat, niasin, dan kalsium di dalam tempe dapat mengurangi jumlah kolesterol jahat.

Cegah Penuaan & Kanker Payudara
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isofalvon. Seperti halnya vitamin C, E dan karotenoid, isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikan bebas. Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4 trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai.

Antioksidan ini disentesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus leteus dan Coreyne bacterium. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan (aging).

Karenanya, cara terbaik untuk mengoptimalkan khasiat tempe bagi tubuh kita adalah dengan mengonsumsinya setiap hari dalam jumlah yang cukup berarti. Agar tak mengalami kebosanan, varisi penggunaan tempe dalam berbagai resep masakan perlu dilakukan.

Supaya khasiat zat-zat bermanfaat itu tak banyak terbuang dalam proses pemasakan, tempe sebaiknya diamsak dengan menu seperti sup, semur, atau bacem. Cara-cara itu lebih sedikit mengurangi khasiat tempe, ketimbang digoreng. ternyata besar yang manfat tempe untuk tubuh kita, Jadi, jangan ragu untuk mengkonsumsi tempe ya!

10 Khasiat Tempe  :

a. Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk     mengatasi diare.

b. Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.

c. Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi     penderita jantung.

d. Penanggulangan anemia. Anemi ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang      tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di     mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe.

e. Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang    diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat    meminimalkan kejadian infeksi.

f. Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat    menurunkan kadar kolesterol.

g. Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker.

h. Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai     penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif.

i. Mencegah timbulnya hipertensi

j. Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.

Sumber: Tabloid Ibu & Anak

Senin, Februari 02, 2009

BATUK

Batuk Juga Harus Diwaspadai

Sungguh menyiksa jika batuk sudah menyerang, karena batuk yang tak kunjung reda kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Batuk pada anak-anak juga sering menyebabkan seisi rumah panik, sehingga orangtua pasti langsung berusaha mencari obat untuk menyembuhkan batuk si buyung. Padahal, sesungguhnya batuk bukanlah suatu penyakit, tetapi mekanisme perlindungan tubuh khususnya saluran pernapasan untuk membersihkan jalan napas dari banda asing yang masuk.

Udara yang keluar dari paru-paru akibat batuk akan membuat segala sesuatu yang menghambat di saluran napas terbuang keluar, terutama benda asing, cairan, atau lendir, sehingga saluran napas menjadi bersih. Karenanya, terkadang batuk justru diperlukan untuk membuang semua yang menghambat di saluran napas.

Batuk juga terjadi akibat gangguan atau penyakit yang terjadi baik di saluran napas atas atau bawah maupun di paru. "Penyakit di saluran napas seperti influenza, common cold, asma, radang paru, dan sebagainya, bisa menyebabkan peradangan sehingga terjadi rangsangan untuk mengeluarkan lendir yang lebih banyak daripada lazimnya," tutur dokter yang akrab disapa dokter Titi ini.

Membedakan batuk



Meskipun batuk biasanya terjadi akibat rangsangan di saluran napas, tetapi banyak pula jenis batuk yang disebabkan oleh adanya kelainan dalam tubuh, khususnya batuk yang sangat sering dan durasinya lama. Berdasarkan durasinya, batuk dapat bersifat akut, subakut dan kronik. Batuk yang terjadi kurang dari tiga minggu disebut batuk akut. Penyebab batuk akut umumnya adalah iritasi, penyempitan saluran napas akut, dan infeksi virus atau bakteri.

Jika durasinya terjadi lebih dari 8 minggu, dikenal dengan batuk kronik, dapat menimbulkan masalah dari yang ringan sampai yang berat. "Batuk kronik bisa menimbulkan gangguan organik seperti otot-otot perut sakit, buang air kecil atau BAB yang tidak terkontrol saat terbatuk, nyeri otot, robekan selaput paru, hingga fraktur iga,

Batuk kronik dapat terjadi karena penyakit penyempitan kronik saluran napas, seperti asma, penyakit paru obstruksi kronik, bronkitis kronis, gangguan saluran napas atas, gangguan lambung, dan sebagainya. Pada infeksi akut pernapasan akibat virus, seringkali diikuti dengan batuk lama (3-8 minggu) akibat kerusakan epitel saluran napas, karena itu biasa disebut dengan istilah batuk subakut.

Pada bayi, batuk bisa merupakan gejala alergi, baik alergi susu maupun debu, atau juga disebabkan oleh infeksi virus dan adanya aliran balik isi lambung ke arah jalan napas (gastroesofageal reflux), terutama anak yang mempunyai masalah pencernaan. Pada balita, yang paling sering adalah batuk karena alergi yang menyangkut alat pernapasan atas, yakni hidung, telinga, dan tenggorokan. Contohnya sinusitis dan asma.

Penangangan batuk

Pengobatan batuk sebaiknya diberikan berdasarkan penyebabnya. "Misalnya orang yang batuk karena terangsang saluran napasnya terhadap alergan sehingga asmanya kambuh dengan gejala batuk, maka pengobatan pertamanya adalah dengan menghindari alergan tersebut," kata Titi. Dokter juga akan menelusuri penyebab batuk lewat kelainan pada foto ronsen dada, warna dahak yang dikeluarkan ketika batuk, atau kebiasaan merokok pasien.

Jika kondisinya batuk pilek atau common cold yang tidak ada komplikasinya, pemberian obat batuk dapat membuat batuk cepat merda dalam beberapa hari. "Kandungan yang terdapat dalam obat batuk dibuat untuk mencegah komplikasi batuk, misalnya memberikan efek nyaman, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meredakan gejala lainnya," tambah Titi.

Beberapa zat yang biasanya terdapat dalam obat batuk di antaranya adalah dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat, analgestik untuk menghilangkan rasa sakit dan demam, antitiusif untuk meredakan batuk, serta antihistamin sebagai anti alergi dan menghilangkan rasa gatal atau bersin.

Namun jika batuk berkelanjutan (lebih dari satu minggu), apalagi sampai memberat, dikhawatirkan sudah terjadi komplikasi sehingga perlu segera ke dokter. Risiko komplikasi pada infeksi virus dapat meningkat pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, pernah punya riwayat kronik sebelumnya, orang lanjut usia, dan anak balita.

Selain memberikan obat, penderita batuk sebaiknya banyak beristirahat dan mengonsumsi makanan bergizi untuk memulihkan kondisi tubuh yang sedang lemah, selain itu perbanyak asupan cairan untuk mencegah lapisan dalam tenggorokan agar tidak mengering serta membuat dahak lebih encer dan mudah dikeluarkan. Jauhi rokok dan asap rokok yang akan mengiritasi tenggorokan dan memperparah batuk.

Sumber : kompas